Sosialisasi. Kesehatan. Mental.
Poltekkes Ajak Siswa SMAN 14 Bandar Lampung Kenali dan Hadapi Kecemasan serta Depresi Lewat Pendekatan SUFA
BANDAR LAMPUNG – Sebagian siswa-siswi SMAN 14 Bandar Lampung mengikuti kegiatan Mental Health First Aid (MHFA) dengan Pendekatan SUFA yang digelar di ruang aula sekolah, Kamis (24/9/2026). Kegiatan bertema peningkatan kemampuan remaja dalam menghadapi kecemasan dan depresi ini dilaksanakan oleh tim Poltekkes sebagai petugas sosialisasi.
Para peserta hadir didampingi guru dan mengikuti rangkaian kegiatan selama sekitar 60 menit dengan penuh antusias. Suasana aula terlihat hidup sejak sesi pemaparan materi dimulai, dan para siswa aktif menyimak, berdiskusi, hingga bertanya kepada tim.
Remaja dan Tantangan Kesehatan Mental
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa masa remaja adalah periode perubahan yang cepat, baik secara fisik, kognitif, emosional, maupun sosial. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar satu dari tujuh remaja berusia 10–19 tahun mengalami masalah kesehatan mental. Kecemasan dan depresi termasuk gangguan yang dapat memengaruhi prestasi akademik, hubungan sosial, hingga kesehatan fisik.
Tekanan akademik, masalah keluarga, konflik dengan teman sebaya, penggunaan media digital, hingga perundungan (bullying) dan cyberbullying menjadi sebagian faktor yang dapat memicu gangguan psikologis pada remaja bila tidak diimbangi kemampuan koping dan dukungan yang memadai.
"Perawat memiliki peran penting dalam deteksi dini, dukungan psikologis, serta pendidikan kesehatan bagi remaja," demikian semangat yang diusung tim dalam kegiatan ini.
Mengenal SUFA: Sadari, Utarakan, Fasilitasi, Arahkan
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan pendekatan SUFA, yaitu:
- Sadari: mengenali tanda dan gejala masalah kesehatan mental,
- Utarakan: membangun komunikasi dan dukungan,
- Fasilitasi: membantu teman menemukan strategi koping,
- Arahkan: menghubungkan dengan sumber bantuan yang tepat.
Menurut penelitian Sulastri dan rekan (2026), pendekatan SUFA berpotensi sebagai strategi promotif dan preventif dalam mendukung kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah, dengan skor gejala yang menurun dari 5,05 menjadi 3,21.
Interaktif dan Dekat dengan Keseharian Siswa
Agar materi mudah dipahami dan diterapkan, tim menggunakan beragam metode, mulai dari penyuluhan, diskusi kelompok, tanya jawab, berbagi pengalaman (sharing experience), hingga demonstrasi dan simulasi SUFA. Peserta juga dibekali leaflet tentang MHFA dengan SUFA untuk kecemasan dan depresi pada remaja.
Tim pelaksana terdiri atas Nusa Dama Nirwana sebagai ketua, Bella Dini Mezza Luna sebagai moderator, dan Gusti Ayu Ketut Apramada sebagai MC, didukung tim koordinator acara, tim back up tanya jawab, serta tim pendukung lainnya.
Harapan
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menjelaskan pengertian kecemasan dan depresi, mengenali tanda dan gejalanya, serta menerapkan langkah SUFA untuk menolong teman sebaya. Tim Poltekkes berharap siswa tidak hanya peduli pada kesehatan mental diri sendiri, tetapi juga menjadi pendukung bagi lingkungan sekitarnya.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berharap edukasi serupa dapat terus berlanjut demi terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan suportif bagi seluruh siswa.
Tim humas SMAN 14 BANDARLAMPUNG


Tidak ada komentar:
Posting Komentar