Sosialiasi. Itera. Kegiatan.
Limbah Organik Jadi Berkah: SMAN 14 Bandar Lampung Sambut Antusias "Migas Goes to School 2026"
Bandar Lampung — Aula Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menjadi saksi semangat baru yang ditularkan kepada generasi muda Bandar Lampung. Melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Migas Goes to School 2026", Jurusan Rekayasa Minyak dan Gas ITERA hadir di tengah pelajar SMAN 14 Bandar Lampung, membawa satu pesan sederhana namun bermakna: sampah bukan akhir cerita, melainkan awal dari sebuah inovasi.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni kunjungan kampus ke sekolah. Ia dirancang dengan visi besar: memberdayakan siswa dan sekolah menuju institusi pendidikan yang berwawasan lingkungan dan ilmiah, melalui penguatan Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang berfokus pada pemanfaatan limbah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi media filtrasi air.
Dari Meja Makan ke Meja Laboratorium
Setiap hari, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah menyisakan limbah organik dalam jumlah tidak sedikit — sisa sayuran, kulit buah, hingga bahan-bahan alami lain yang selama ini kerap berakhir begitu saja di tempat sampah. Tim pengabdian dari Jurusan Rekayasa Minyak dan Gas ITERA melihat persoalan ini bukan sebagai beban, melainkan sebagai peluang riset yang nyata dan relevan bagi siswa.
Melalui pendampingan intensif, para mahasiswa dan dosen ITERA mengajak siswa SMAN 14 Bandar Lampung untuk berpikir kritis: bagaimana limbah organik yang terbuang setiap hari dapat diolah menjadi bahan media filtrasi air sederhana namun fungsional. Konsep ini tidak hanya mengasah kemampuan ilmiah siswa, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis sejak dini — bahwa solusi atas masalah lingkungan sering kali berada tepat di depan mata.
Antusiasme yang Tak Terbendung
Sambutan hangat mewarnai jalannya kegiatan. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan konsep dasar pengolahan limbah, diskusi interaktif, hingga simulasi awal proses filtrasi air menggunakan bahan-bahan yang telah mereka kenal sehari-hari. Rasa ingin tahu yang besar terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan siswa kepada tim pengabdian ITERA — mulai dari soal teknis pengolahan hingga potensi pengembangan karya ini untuk kompetisi ilmiah remaja.
Semangat ini sejalan dengan tujuan utama program: menjadikan Karya Ilmiah Remaja bukan sekadar tugas akademik, melainkan wadah nyata bagi siswa untuk berkontribusi menyelesaikan persoalan lingkungan di sekitar mereka.
Sinergi Kampus dan Sekolah untuk Masa Depan Berkelanjutan
Kegiatan "Migas Goes to School 2026" menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah mampu melahirkan dampak yang konkret. ITERA, melalui Jurusan Rekayasa Minyak dan Gas, tidak hanya membagikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun jembatan inspirasi bagi siswa untuk melihat sains sebagai alat pemecah masalah nyata di lingkungan mereka.
Bagi SMAN 14 Bandar Lampung, program ini membuka peluang besar untuk terus mengembangkan budaya riset di kalangan siswa, sekaligus memperkuat identitas sekolah sebagai institusi yang peduli lingkungan dan berorientasi ilmiah.
Dengan semangat yang telah tertanam dari kegiatan ini, harapan besar pun tumbuh: bahwa dari tangan-tangan pelajar SMAN 14 Bandar Lampung, akan lahir inovasi-inovasi sederhana namun berdampak — mengubah limbah organik menjadi solusi air bersih, dan mengubah keresahan lingkungan menjadi karya ilmiah yang membanggakan.
Diselenggarakan oleh Jurusan Rekayasa Minyak dan Gas, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), bekerja sama dengan SMAN 14 Bandar Lampung, 2026. Diliput oleh tim Humas.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar