Kamis , aula Hotel Soeltan Luxe Bandar Lampung menjadi saksi sebuah momen yang jarang terjadi di dunia pendidikan: seorang kepala sekolah menerima penghargaan khusus langsung dari tangan gubernur, bukan atas proyek besar atau anggaran melimpah, melainkan atas satu angka yang tampak sederhana namun luar biasa — seratus persen.

Hendra Putra, Kepala SMAN 14 Bandar Lampung, berdiri di panggung Kegiatan Evaluasi Program dan Kinerja serta Rencana Strategis Tahun 2027 Satuan Pendidikan Jenjang SMA/SMK/SLB Negeri se-Provinsi Lampung itu dengan raut wajah tenang. Namun di balik ketenangan itu tersimpan perjalanan panjang — ratusan jam bimbingan, ribuan kata semangat, dan sebuah janji tak tertulis kepada setiap siswa yang mempercayakan mimpinya ke sekolah yang ia pimpin.

✦ ✦ ✦

Penghargaan yang diterima Hendra putra bukan datang dari ruang hampa. Ia adalah akumulasi dari sistem yang dibangun dengan sabar: dari program intensif persiapan SNBP dan SNBT, dari sesi konseling karir yang ia dorong menjadi budaya sekolah, dari guru-guru yang tak sekadar mengajar kurikulum tetapi juga merawat kepercayaan diri para siswanya. Hasilnya, seluruh lulusan SMAN 14 Bandar Lampung tahun ini tercatat diterima di Perguruan Tinggi Negeri — sebuah capaian yang dalam ukuran manapun layak disebut luar biasa.

"Saya titip harapan orang tuanya di sekolah-sekolah bapak ibu sekalian. Tolong bantu saya, didik anak-anak murid kita dengan hati, dengan kasih sayang, dan ketulusan. Ini adalah tugas khusus kita untuk melahirkan generasi emas."

— Rahmat Mirzani Djausal, Gubernur Lampung
Gubernur lampung Rahmat Mirzani Djausal memberikan pengarahan


Kata-kata Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal itu terasa seolah ditujukan langsung kepada Hendra — karena memang itulah yang telah ia lakukan. Mendidik dengan hati bukan sekadar slogan di spanduk sekolah, melainkan prinsip operasional yang mengalir dari ruang kepala sekolah hingga ke pojok kelas paling jauh.

Dalam ekosistem pendidikan yang kerap diukur dengan nilai ujian dan peringkat nasional, Hendra memilih jalan yang lebih sunyi namun lebih bermakna: memastikan tidak ada satu pun siswanya tertinggal di gerbang perguruan tinggi. Ia tahu bahwa di balik setiap siswa terdapat keluarga yang menantikan kabar gembira, dan di balik setiap pengumuman penerimaan PTN terdapat satu masa depan yang baru saja terbuka.

Catatan Redaksi

Turut menerima apresiasi dalam kegiatan yang sama, Meri Juwita, Kepala SMAN 1 Tegineneng, atas capaian 99 persen siswanya yang berhasil menembus PTN dan dunia kerja internasional — sebuah prestasi yang menegaskan bahwa semangat mendidik dengan dedikasi tumbuh merata di sekolah-sekolah Lampung.

Foto bersama bapak hendra putra bersama ibu Meri Juwita (SMAN 1 Tegineneng) dengan Gubernur Lampung dan Kadis pendidikan Prov. lampung


Penghargaan yang diserahkan Gubernur Mirza saat itu lebih dari sekadar apresiasi. Ia adalah pengakuan bahwa pendidikan sejati tidak berhenti pada angka kelulusan, melainkan pada seberapa jauh seorang pemimpin sekolah mampu mengangkat langit-langit harapan bagi setiap siswanya. Dan Hendra Putra, dengan segala kerendahan hati seorang guru, telah membuktikan bahwa langit itu tidak memiliki batas.